“Ping.... ping.... ping” suara hp ku terus berbunyi, tak ku
hiraukan demi memuaskan mataku yang sedari tadi tak dapat ku buka, lama juga
kudengar hp ku terus berbunyi, setelah merasa tak nyaman dengan dering yang
berbunyi nyaring itu ku paksakan untuk membuka mata dan mulai meraih hpku yang
tergeletak di meja samping tempat tidur, oh ya ampun ternyata pesan BBM ku
sudah banyak, dari Nita dan dari Cinta, Nita adalah pacar pertama ku, sudah
kujalin cinta dengannya beberapa bulan yang lalu, orang nya cantik tapi sayang
dia begit cuek dan so jual mahal yang membuat aku enggan mendekatinya, berbeda
dengan cinta, wanita yang baru ku kenal beberapa minggu ini begitu perhatian,
tak terlalu jaim dan yang terpenting di gak jual mahal.
“Adi kemana aja kamu? bangun cepet! Udah siang nanti kamu
terlambat kerja” seru cinta di pesan BBM, begitu perhatian dan selalu
mengutamakan aku di setiap hidupnya, dia wanita yang sering di sakiti oleh pria
tutur cerita dari cinta, beberapa kali mempunyai kekasih hanya di jadikan selingkuahan,
begitupun dengan ku sekarang, mungkin jika dia tahu bahwa dia adalah kekasih
kedua ku maka dia akan meninggalkan aku seperti dia meninggalkan
mantan-mantannya dulu. Cinta wanita yang cukup polos, dia wanita yang gampang
dirayu, hanya dengan kata-kata sapaan selamat pagi pun dia udah kelepek-kelepek
kaya ayam kena flu burung, belum lagi kalo udah di kirimin pesan yang berisi “aku sayang kamu” udah hampir mati dia
ngebaca pesan kaya gitu.
“Di aku hari ini sibuk, gak usah BBM aku” itulah pesan dari Nita,
wanita yang aku jadikan sebagai pacar pertama ini tak pernah ada untukku, tapi
dia selalu mencintaiku aku tau itu dari kata-katanya. Terkadang akupun berpikir
untuk mencoba setia, tapi apalah daya aku ini bukan malaikat yang tak
membutuhkan nafsu, aku hanya manusia biasa yang memiliki rasa dan keinginan,
jika hanya mengandalkan Nita aku tak akan pernah bisa merasakan kepuasan,
apalagi Nita begitu sombong dan seolah enggan untuk hanya sekedar memelukku,
berbeda dengan cinta, meski di wala sangat malu-malu tapi dia bukan tipe orang
yang munafik, Aku mulai mencintainya, tapi akupun tak bisa melupakan Nita.
Selama aku berpacaran dengan Cinta tak pernah sekalipun aku mencantumkan
namanya di media sosial, mungkin aku terlalu picik dan teralalu licik terhadap
Cinta, dia selalu aku suruh untuk mempublish namaku di statusnya tapi aku?
Jangankan status pertemananpun tak ku konfirm, ini semua aku lakukan untuk
menjaga perasaan mereka berdua, apa jadinya jika Cinta tahu kalo aku sebelum
menjadi pacarnya telah memiliki sosok wanita? Mungkin dia akan pergi menangis
ke ibunya, ya memang Cinta msih terbilang anak kecil. Apa pula yang akan
terjadi jika Nita tahu kalo aku berselingkuh di belakangnya? Perang dunia
terakhir deh.....
Aku tahu Cinta bukan lah wanita bodoh yang tak akan banyak
tanya tentang semua kejanggalan yang aku buat. Hidup itu penuh dengan
lika-liku, ntah sampai kapan ku kan menduakan cinta ini, dan entah samp-ai
kapan ku kan terus menggantungkan Cinta, yang pasti siapapun yang akan bertahan
dalam kisah hidup ini dia adalah wanita terbaik dan terhebat di dalam hidup ku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar