Senin, 19 Mei 2014

Kekasih Tak Dianggap

Selimut biru penghangat tubuh menjadi saksi cinta kita berdua,  Berpeluk cinta dan bertabur kasih setiap hari,berpeluk cium bagai dua merpati yang tak dapat terpisahkan, siang dan malam pikiran selalu dipenuhi dengan bayangan wajahnya, tubuhnya dan juga senyumannya. Cinta ini sudah lama tumbuh dihati mengikuti alur sang pujangga alam semesta, mengukir tinta merah di kertas pudar dan menaburkan bunga diladang tak terurus.

Dia kekasihku Rian Anggara, Pria yang selama ini aku cintai dan aku kagumi, bukanlah orang terpandang atau orang yang memiliki harta berlimpah orang yang aku sayangi ini, namun kepribadiannya yang penyayang dan juga penuh dengan perhatian membuat aku luluh bagaikan lilin yang dibakar api, seketika dalam pandangan pertama aku jatuh cinta padanya, bukanlah jatuh cinta pada pandangan pertama seperti orang kata, jatuh cinta ini berawal dari perkenalan kita di jejaring sosial, hingga akhirnya kita memutuskan untuk berpacaran meski tak pernah bertatap wajah secara langsung, dan di awal perjumpaan kita tentunya aku sudah sangat mencintainya karena memang dia kekasihku.

Cinta nya bagai api yang menyala membara, menghangatkan tubuh dan menerangi gelap kehidupan akan tetapi cintanya tak dapat ku genggam, cintanya tak dapat kuraih, cintanya hanya indah di pandang dan hangat dirasakan dan akan membakar jiwa jika kita dekati dan selami. Cintanya bagai angin yang berhembus, bisa kurasakan tapi tak pernah berwujud, cintanya bagai setangkai duri yang siap menusuk saat aku peluk.

Cinta ini telah membutakan mata hati dan membisukan suara hati, apa yang dia ucapkan selalu kuturuti, cintanya membuatku bagaikan sapi yang terkena hipnotis, selalu menuruti apa kata sang mentalis, aku tak bisa lari dari cintanya karna tali yang di ikatkan pada kehidupanku sangat lah erat, akupun tak dapat menjalankan hidup dengannya karena tali ini begitu menyiksa batinku.
Aku Anita, Wanita bodoh yang selalu menganggungkan cinta, bagiku hidup tanpa seseorang yang mendapingi hati itu bagaikan sebuah kutukan yang membuat hati sepi menjadi tak tentu arah. Hari-hari ku hanya di banjiri dengan bayangan dan pikiran yang melayang menuju dia, ya dia pria yang telah membodahi ku dengan kata-kata penuh dustanya, kata-kata manis namun beracun, kata-kata halus namun berduri, kata-kata hangat yang membakar, kata-kata indah namun menakutkan.

Selama kita merajut kasih dan cinta tak pernah dia mau mengakui cinta kita di depan umum, entah apa yang membuat dia tak mau mem-publish prihal hubungan kita, hubungan yang selama ini aku jalani dengan penuh kasih dan cinta setulus dan sepenuh hati, tapi apakah aku ini tidak pantas untuk dirimu? Ataukah ada yang salah dengan wujud ku ini? Entah apa yang ada didalam pikirannya, dia tak pernah mau memberikan penjelasannya, diapun tak pernah mau membuktikan cintanya, hingga saat ini semua hanya menjadi tanya yang tabu untuk mendapatkan jawaban. Mungkinkah aku hanya dijadikan seorang wanita simpanan? Ataukah memang ada hal yang ia tak pernah disampaikan? Semua ini menjadi rahasia kisah cinta kita berdua.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar