Selimut biru penghangat tubuh menjadi saksi cinta kita
berdua, Berpeluk cinta dan bertabur
kasih setiap hari,berpeluk cium bagai dua merpati yang tak dapat terpisahkan,
siang dan malam pikiran selalu dipenuhi dengan bayangan wajahnya, tubuhnya dan
juga senyumannya. Cinta ini sudah lama tumbuh dihati mengikuti alur sang
pujangga alam semesta, mengukir tinta merah di kertas pudar dan menaburkan
bunga diladang tak terurus.
Dia kekasihku Rian Anggara, Pria yang selama ini aku cintai
dan aku kagumi, bukanlah orang terpandang atau orang yang memiliki harta
berlimpah orang yang aku sayangi ini, namun kepribadiannya yang penyayang dan
juga penuh dengan perhatian membuat aku luluh bagaikan lilin yang dibakar api,
seketika dalam pandangan pertama aku jatuh cinta padanya, bukanlah jatuh cinta
pada pandangan pertama seperti orang kata, jatuh cinta ini berawal dari
perkenalan kita di jejaring sosial, hingga akhirnya kita memutuskan untuk
berpacaran meski tak pernah bertatap wajah secara langsung, dan di awal
perjumpaan kita tentunya aku sudah sangat mencintainya karena memang dia
kekasihku.
Cinta nya bagai api yang menyala membara, menghangatkan
tubuh dan menerangi gelap kehidupan akan tetapi cintanya tak dapat ku genggam,
cintanya tak dapat kuraih, cintanya hanya indah di pandang dan hangat dirasakan
dan akan membakar jiwa jika kita dekati dan selami. Cintanya bagai angin yang
berhembus, bisa kurasakan tapi tak pernah berwujud, cintanya bagai setangkai
duri yang siap menusuk saat aku peluk.
Cinta ini telah membutakan mata hati dan membisukan suara
hati, apa yang dia ucapkan selalu kuturuti, cintanya membuatku bagaikan sapi
yang terkena hipnotis, selalu menuruti apa kata sang mentalis, aku tak bisa
lari dari cintanya karna tali yang di ikatkan pada kehidupanku sangat lah erat,
akupun tak dapat menjalankan hidup dengannya karena tali ini begitu menyiksa
batinku.
Aku Anita, Wanita bodoh yang selalu menganggungkan cinta,
bagiku hidup tanpa seseorang yang mendapingi hati itu bagaikan sebuah kutukan
yang membuat hati sepi menjadi tak tentu arah. Hari-hari ku hanya di banjiri
dengan bayangan dan pikiran yang melayang menuju dia, ya dia pria yang telah
membodahi ku dengan kata-kata penuh dustanya, kata-kata manis namun beracun,
kata-kata halus namun berduri, kata-kata hangat yang membakar, kata-kata indah
namun menakutkan.
Selama kita merajut kasih dan cinta tak pernah dia mau
mengakui cinta kita di depan umum, entah apa yang membuat dia tak mau
mem-publish prihal hubungan kita, hubungan yang selama ini aku jalani dengan penuh
kasih dan cinta setulus dan sepenuh hati, tapi apakah aku ini tidak pantas
untuk dirimu? Ataukah ada yang salah dengan wujud ku ini? Entah apa yang ada
didalam pikirannya, dia tak pernah mau memberikan penjelasannya, diapun tak
pernah mau membuktikan cintanya, hingga saat ini semua hanya menjadi tanya yang
tabu untuk mendapatkan jawaban. Mungkinkah aku hanya dijadikan seorang wanita
simpanan? Ataukah memang ada hal yang ia tak pernah disampaikan? Semua ini
menjadi rahasia kisah cinta kita berdua.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar