Jumat, 22 Agustus 2014

Lika-liku Cinta 26


Kalau bicara tentang cinta maka tak akan pernah ada habisnya, disaat kau dicintai kau selalu mengabaikannya, tapi disaat kau tak lagi dicintai maka kau susah payah mengejarnya, saat kau bersamanya maka kau tak menghargai kehadirannya, tetapi disaat kau jauh darinya kau sangat merindukannya. Perkenalkan aku Ika, unyun adalah nama panggilan yang biasa Awan sebutkan untukku, entah kenapa, mungkin karena keseringannya  aku cemberut hingga membuat bibirku manyun, tapi apapun alasannya nama itu tetap berarti untukku. Awan adalah seseorang yang paling berharga dihidupku. Selain kekasih dia juga sering berperan sebagai sahabat yang selalu ada untuk memberikan tempat sandaran disaat aku kesulitan, membendung air mata disaat aku bersedih, dia juga sering berada di posisi seperti kaka yang selalu ingin membimbingku kejalan hidup yang lebih baik. Cintanya takan bisa di ganti dengan apupun yang dimiliki, kasihnya takan bisa terlukis oleh beribu kata.
 
Tapi, inilah aku, Ika yang bodoh, Unyun yang bego, wanita yang tak punya hati, pacar yang bandel, kekasih  yang tak pernah menghargai waktu disaat dia ada untukku. Aku memang mencintainya, begitu mencintainya, dari dulu sekarang dan sampai nanti selamanya, tapi aku tak pernah bisa mengungkapkannya dalam sikap, sikapku selalu dingin, selalu tak menghargainya, mungkin cenderung lebih merendahkannya. Namun 3 tahun lamanya dia tetap bersabar mencintai ku. Tak pernah menghiraukan apa yang aku katakan, tak pernah mempermasalahkan sikapku dan selalu menuruti semua keinginanku.

Manusia punya batas kesabaran, manusia punya batas toleransi, manusia mempunya hati yang tak mau selamanya di sakiti, mungkin itu yang ingin Awan tunjukan kepada ku.

Kamu kenapa sih? Seharian gak ada kabar
 
Sebanyak 79 kali aku mengirimi dia pesan berisikan pertanyaan itu, tak ada jawaban yang dia berikan, hanya kicauan kemarahan di penghujung senja yang aku dapatkan
 
Bisa sabar gak sih? Sekarang lagi libur, waktunya buat gua istirahat
 
Hanya terdiam dan merenungkan perkataannya, selama ini dia tak pernah bersikap seperti itu. Dalam hati kucoba bersihkan prasangka, “mungkin dia memang lelah sehingga seharian tertidur pulas tanpa memikirkanku".
 
Hari-hari berlalu tanpa senyumannya, sekali saja aku berkata salah maka dia akan membukakan amarahnya untuk mencerca hati tanpa dia sadari apa yang ada dihati aku.
 
“sayang jangan selingkuh ya, jangan ngelirik-ngelirik cewe lain”
 
Sebuah kalimat yang tertuang tak sengaja di saat malam mulai menampakan diri, kalimat yang seharusnya menjadi penambah erat hubungan malah menjadi perenggang jarak antara kita, dia mengatakan kata-kata kasar, dia memberiku kata-kata seolah aku salah. Sedangkan aku hanya bisa terdiam sembari merenungi masa lalu, ya dulu aku yang selalu kasar padanya, aku yang selalu memarahinya, aku yang selalu merendahkannya.
 
Semua sikapnya aku terima, semua amarahnya aku tak permasalahkan, semua hinaan aku anggap itu benar, dan tak pernah bermaksud untuk meninggalkan atas semua tingkahnya. Namun satu yang membuat aku tak sanggup, ada wanita lain yang mengisi hatinya, ya dia Anita, wanita kecil yang baru beranjak dewasa yang bisa menggeser posisi aku dan yang bisa menjatuhkan dan menggeser aku di hatinya Awan. Dia anak yang manis, namun kata-katanya lebih kasar, mungkin itu karena prilakunya yang tomboy hingga membuat dia seperti itu. Mungkin Awan tertarik padanya karena dia berusia muda dan mungkin lebih enak di atur dan yang paling menonjol karena mereka berdua memiliki hobby yang sama terhadap game online, sedangkan aku dari dulu selalu membatasi Awan untuk bermain game online, alasan aku sih cukup masuk akal karena Awan tidak memiliki fasilitas internet di rumahnya jadi dia selalu pergi ke warnet untuk bermain game tentunya kegiatan itu menguras kantongnya dan ditambah game nya harus selalu di isi char, akupun kurang mehami apa itu char hanya mereka yang mengerti akan game yang mengetahuinya. Mungkin selama hidup dengan ku dia merasa tertekan hingga dia mencari kebahagiaan dari wanita lain yang bisa memberi dia kebahagiaan yang lebih.
 
Aku tak bisa menerima jika hatinya terbagi 2, meski mungkin hanya mencari kebahagian yang lebih tapi aku tetap tak bisa menerimanya. Cintanya tetap untukku, tapi raga dan pikirannya telah dibawa pergi oleh Anita.
 
Anita memberikan cinta pada Awan dan dia juga memberikan luka untuk aku yang selalu mencintai Awan. Awan bukanlah pria sempurna, tapi dia adalah penyempurna hidupku, tanpanya aku bukan Unyun yang manja, tanpanya aku hanya sesosok mayat hidup tapi tak bernyawa.
 
Setiap malam setiap hari hanya menangis dan merintih seperti orang yang berkesakitan tapi entah dimana letak sakitnya itu, ingin aku ulang kisah yang dulu dimana Awan mencintaiku seutuhnya dan setulus hatinya, andai itu terjadi maka akan ku kecup dan kupeluk tubuhnya dan takan kulepas, akan kuucapkan terimakasih atas kembalinya cinta itu, dan akan ku berikan seluruh hatiku dan seluruh hidupku untuknya, takan pernah lagi aku biarkan hatinya singgah di hati yang lain, takan ku biarkan cintanya melayang mencari jiwa yang lain.
 
Awan kembalilah kepadaku, disini ku menunggumu, hanya untukmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar