Kalau bicara tentang cinta maka tak akan pernah ada
habisnya, disaat kau dicintai kau selalu mengabaikannya, tapi disaat kau tak
lagi dicintai maka kau susah payah mengejarnya, saat kau bersamanya maka kau
tak menghargai kehadirannya, tetapi disaat kau jauh darinya kau sangat
merindukannya. Perkenalkan aku Ika, unyun adalah nama panggilan yang
biasa Awan sebutkan untukku, entah kenapa, mungkin karena keseringannya aku cemberut hingga membuat bibirku manyun,
tapi apapun alasannya nama itu tetap berarti untukku. Awan adalah seseorang
yang paling berharga dihidupku. Selain kekasih dia juga sering berperan sebagai
sahabat yang selalu ada untuk memberikan tempat sandaran disaat aku kesulitan,
membendung air mata disaat aku bersedih, dia juga sering berada di posisi
seperti kaka yang selalu ingin membimbingku kejalan hidup yang lebih baik.
Cintanya takan bisa di ganti dengan apupun yang dimiliki, kasihnya takan bisa
terlukis oleh beribu kata.
Tapi, inilah aku, Ika yang bodoh, Unyun yang bego, wanita
yang tak punya hati, pacar yang bandel, kekasih yang tak pernah menghargai waktu disaat dia
ada untukku. Aku memang mencintainya, begitu mencintainya, dari dulu sekarang
dan sampai nanti selamanya, tapi aku tak pernah bisa mengungkapkannya dalam
sikap, sikapku selalu dingin, selalu tak menghargainya, mungkin cenderung lebih
merendahkannya. Namun 3 tahun lamanya dia tetap bersabar mencintai ku. Tak
pernah menghiraukan apa yang aku katakan, tak pernah mempermasalahkan sikapku
dan selalu menuruti semua keinginanku.
Manusia punya batas kesabaran, manusia punya batas
toleransi, manusia mempunya hati yang tak mau selamanya di sakiti, mungkin itu
yang ingin Awan tunjukan kepada ku.
Kamu kenapa sih? Seharian gak ada kabar
Sebanyak 79 kali aku mengirimi dia pesan berisikan
pertanyaan itu, tak ada jawaban yang dia berikan, hanya kicauan kemarahan di
penghujung senja yang aku dapatkan
Bisa sabar gak sih? Sekarang
lagi libur, waktunya buat gua istirahat
Hanya terdiam dan merenungkan perkataannya, selama ini dia
tak pernah bersikap seperti itu. Dalam hati kucoba bersihkan prasangka, “mungkin
dia memang lelah sehingga seharian tertidur pulas tanpa memikirkanku".
Hari-hari berlalu tanpa senyumannya, sekali saja aku berkata
salah maka dia akan membukakan amarahnya untuk mencerca hati tanpa dia sadari
apa yang ada dihati aku.
“sayang jangan
selingkuh ya, jangan ngelirik-ngelirik cewe lain”
Sebuah kalimat yang tertuang tak sengaja di saat malam mulai
menampakan diri, kalimat yang seharusnya menjadi penambah erat hubungan malah
menjadi perenggang jarak antara kita, dia mengatakan kata-kata kasar, dia
memberiku kata-kata seolah aku salah. Sedangkan aku hanya bisa terdiam sembari
merenungi masa lalu, ya dulu aku yang selalu kasar padanya, aku yang selalu
memarahinya, aku yang selalu merendahkannya.
Semua sikapnya aku terima, semua amarahnya aku tak
permasalahkan, semua hinaan aku anggap itu benar, dan tak pernah bermaksud
untuk meninggalkan atas semua tingkahnya. Namun satu yang membuat aku tak
sanggup, ada wanita lain yang mengisi hatinya, ya dia Anita, wanita kecil yang
baru beranjak dewasa yang bisa menggeser posisi aku dan yang bisa menjatuhkan
dan menggeser aku di hatinya Awan. Dia anak yang manis, namun kata-katanya
lebih kasar, mungkin itu karena prilakunya yang tomboy hingga membuat dia
seperti itu. Mungkin Awan tertarik padanya karena dia berusia muda dan mungkin
lebih enak di atur dan yang paling menonjol karena mereka berdua memiliki hobby
yang sama terhadap game online, sedangkan aku dari dulu selalu membatasi Awan untuk
bermain game online, alasan aku sih cukup masuk akal karena Awan tidak memiliki
fasilitas internet di rumahnya jadi dia selalu pergi ke warnet untuk bermain
game tentunya kegiatan itu menguras kantongnya dan ditambah game nya harus
selalu di isi char, akupun kurang mehami apa itu char hanya mereka yang
mengerti akan game yang mengetahuinya. Mungkin selama hidup dengan ku dia
merasa tertekan hingga dia mencari kebahagiaan dari wanita lain yang bisa
memberi dia kebahagiaan yang lebih.
Aku tak bisa menerima jika hatinya terbagi 2, meski mungkin
hanya mencari kebahagian yang lebih tapi aku tetap tak bisa menerimanya.
Cintanya tetap untukku, tapi raga dan pikirannya telah dibawa pergi oleh Anita.
Anita memberikan cinta pada Awan dan dia juga memberikan
luka untuk aku yang selalu mencintai Awan. Awan bukanlah pria sempurna, tapi
dia adalah penyempurna hidupku, tanpanya aku bukan Unyun yang manja, tanpanya
aku hanya sesosok mayat hidup tapi tak bernyawa.
Setiap malam setiap hari hanya menangis dan merintih seperti
orang yang berkesakitan tapi entah dimana letak sakitnya itu, ingin aku ulang
kisah yang dulu dimana Awan mencintaiku seutuhnya dan setulus hatinya, andai
itu terjadi maka akan ku kecup dan kupeluk tubuhnya dan takan kulepas, akan
kuucapkan terimakasih atas kembalinya cinta itu, dan akan ku berikan seluruh
hatiku dan seluruh hidupku untuknya, takan pernah lagi aku biarkan hatinya
singgah di hati yang lain, takan ku biarkan cintanya melayang mencari jiwa yang
lain.
Awan kembalilah kepadaku, disini ku menunggumu, hanya untukmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar